Sabtu, 13 Desember 2008

Contoh Proposal Skripsi Manajemen Keuangan Bab.II


1.1Landasan Teori

1.Analisis Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas adalah rasio yang menunjukkan hubungan kas dan aktiva lancar lainnya dengan kewajiban lancar. Likuiditas perusahaan menggambarkan kemampuan perusahaan tersebut dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya kepada kreditor jangka pendek. Untuk mengukur kemampuan ini biasanya digunakan angka ratio modal kerja, cureent ratio, acid-test/quick rasio, perputaran piutang (account receivable turnover) dan perputaran persediaan.

Analisis likuiditas yang lengkap membutuhkan penggunaan anggaran kas, tetapi dengan menghubungkan jumlah kas aktiva lancar lainnya terhadap kewajiban lancar, analisis rasio memberikan pengukuran likuiditas yang cepat dan mudah. Terdapat dua macam rasio likuiditas yang sering digunakan yaitu rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio).

2.Modal Kerja
Modal kerja merupakan hal yang paling utama dalam mendirikan sebuah perusahaan. Modal kerja merupakan selisih antara total aktiva lancer dengan utang lancer. Jumlah modal kerja yang dimiliki perusahaan menjadi perhatian besar para kreditor jangka pendek, karena angka ini menunjukkan jumlah aktiva yang dibelanjai dari sumber dana jangka panjang, yang tidak memerlukan pembayaran kembali jangka pendek. Makin besar angka modal kerja ini, berarti semakin besar kepastian bahwa utang jangka pendek akan dilunasi tepat waktu.
Modal kerja yang tinggi tidak memberikan jaminan bahwa utang akan dapat dibayar pada saat jatuh temponya. Tingginya angka modal kerja dapat disebabkan adanya persediaan yang tidak laku terjual atau telah using. Oleh karena itu, untuk memperoleh perspektif yang benar, angka modal kerja harus dilengkapi dengan angka-angka cureent ratio, quick ratio, perputaran piutang dan perputaran persediaan.

3.Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio lancar (current ratio) merupakan salah satu metode yang paling sering digunakan dalam menganilisis tingkat likuiditas suatu perusahaan. Elemen-elemen yang digunakan dalam perhitungan modal kerja dapat dinyatakan dalam ratio, yang membandingkan antara total aktiva lancar dan utang lancar. Aktiva lancer membandingkan alat bayar dan diasumsikan semua aktiva lancer benar-benar bisa digunakan untuk membayar. Sedangkan utang lancer menggmbarkan yang harus dibayar dan diasumsikan semua utang lancer benar-benar dibayar.
Current ratio sangat berguna untuk mengukur likuiditas perusahaan, akan tetapi dapat menjebak. Hal ini dikarenakan current ratio yang tinggi dapat disebabkan adanya piutang yang tidak tertagih yang tentu saja tidak dapat dipakai untuk membayar utang. Untuk menguji apakah alat bayar yang digunkan tersebut likuid perusahaan harus menentukan alat bayar yang mana yang kurang atau tidak sesuai harus dikeluarkan dari aktiva lancer. Alat bayar yang kurang likuid ini misalnya persediaan dan pos-pos yang analog dengan persediaan.
Jika sebuah perusahaan mengalami kesulitan keuangan, maka perusahaan tersebut mulai membayar tagihannya (utang usaha) dengan lebih lambat, meminjam dari bank, dan lain sebagainya. Jika kewajiban lancer meningkat lebih cepat dibandingkan aktiva lancer, maka rasio lancer akan turun dan hal ini akan menimbulkan permasalahan. Karena rasio lancar memberikan indicator terbaik atas besarnya klaim kreditor jangka pendek yang dapat ditutup oleh aktiva yang diharapkan akan dikonversi menjadi kas relative lebih cepat, maka hal ini paling banyak digunakan dalam mengukur solvensi jangka pendek.

4.Rasio Cepat (Quick Rasio)
Ukuran likuiditas perusahaan yang lebih teliti dapat ditemukan pada angka ratio yang disebut rasio cepat (quick ratio). Pada rasio ini persediaan dan persekot biaya dikeluarkan dari total aktiva lancer, dan hanya menyisakan pos-pos aktiva lancer yang likuid saja yang dapat dibagi dengan utang lancer.
Rasio cepat dirancang untuk mengukur seberapa baik perusahaan dapat memenuhi kewajibannya, tanpa harus melikuidasi atau bergantung pada persediaannya. Persediaan tidak sepenuhnya diandalkan, karena persediaan bukanlah sumber kas yang bias segera diperoleh, dan bahkan mungkin tidak mudah dijual pada kondisi ekonomi yang lesu.
Persediaan adalah aktiva lancer yang paling tidak likuid, dan bila terjadi likuidasi maka persediaan merupakan aktiva yang paling sering menderita kerugian. Oleh karena itu, pengukuran kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan merupakan hal yang penting.

5.Laporan Keuangan
Pengertian Laporan Keuangan menurut:
* H.M Djaperi, AK menyatakan bahwa laporan keuangan adalah merupakan suatu penyajian hasil kegiatan/usaha dari keadaan/posisi financial kepada yang berkepentingan (1992;9)

* Farid Djahidin, menyatakan bahwa laporan keuangan adalahmerupakan suatu gambaran dari suatu perusahaan pada waktu tertentu (biasanya pada periode I akutansi) dan memberikan gambaran tentang kondisi keuangan yang dicapai dalam waktu tersebut (1995;9).
Kegunaanya adalah untuk memberikan gambaran mengenai prestasi yang dicapai perusahaan selama periode tertentu kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam perusahaan tersebut, seperti manajer perusahaan, para pemilik atau pemegang saham, lembaga keuangan atau Badan-Badan Lembaga Pemerintah.

Adapun pihak-pihak yang biasanya membutuhkan laporan keungan adalah sebagai berikut:
a.Manajer Perusahaan, untuk mengetahui keadaan atau posisi pada masa lalu untuk dijadikan sebagai dasar mengambil langkah-langkah atau kebijaksanaan pada masa yang akan dating dan mengetahui penyimpangan yang terjadi dalam perusahaan agar dapat diatasi dan dilakukan perbaikan dimasa mendatang.
b.Para Pemilik atau Pemegang Saham, untuk mengetahui keadaan perusahaan dan menjaga keamanan dana yang ditanamkannya pada perusahan tersebut serta untuk mengetahui kondisi tersebut.
c.Lembaga-lembaga Keuangan atau Bank, untuk mengetahui perkembangan dan kemampuan perusahaan tersebut dan keadaan finansialnya, agar pihak-pihak lembaga keuangan dan bank dapat terjamin dalam pemberian jaminan.
d.Lembaga-Lembaga Pemerintah serta Dinas Perpajakan berkepentingan sebagai dasar dalam menentukan tingat persentase pajak yang dibebankan terhadap perusahaan yang bersangkutan.

6.Neraca
Neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan atau melaporkan keadaan atau jumlah kekayaan, kewajiban keuangan dan modal sendiri perusahaan pada waktu tertentu. Neraca menunjukkan posisi keuangan pada perusahaan pada saat tertentu, biasanya pada awal dan akhir tahun pada periode tertentu. Pada sebelah debet menggambarkan susunan aktiva dan modal perusahaan.

7.Laporan Rugi Laba
Laporan rugi laba adalah sebuah laporan yang sistematis mengenai penghasilan, pendapatan, biaya, rugi-laba yang diperoleh suatu perusahaan selama periode tertentu.

Prinsip-prinsip yang umumnya diterapkan pada laporan rugi/laba adalah:
a.Bagian yang pertama menunjukkan penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan diikuti dengan harga pokok dari barang atau jasa yang dijual, sehingga diperoleh harga kotor.
b.Bagian kedua menunjukkan biaya-biaya operasional yang terdiri dari biaya administrasi, biaya penjualan dan biaya umum.

c.Bagian ketiga menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh diluar pokok operasi perusahaan yang diikuti dengan biaya-biaya yang terjadi diluar pokok perusahaan.
d.Bagian terakhir menunjukkan laba atau rugi dengan insendentil sehingga akhirnya diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan.


1.2Penelitian Sebelumnya
Wildaniah, Manajemen 2003 “Analisisi Likuiditas, Solvabilitas dan Rentabilitas pada PT. Mensa Bina Sukses Banjarmasin”. Hasil penelitian Wildaniah menjelaskan bahwa pada PT. Mensa Bina Sukses Banjarmasin dari tahun 1999-2002 tingkat perusahaan dengan alat ukur current ratio dan quick ratio pada tahun 2002 menunjukkan tingkat rasio menurun dari tahun-tahun sebelumnya, namun masih dianggap cukup bagus sebab mendekati prinsip keamanan 200% atau 2:1 dan 100% 1:1.

Tingkat solvabilitas perusahaan dengan alat ukur total asset to debt ratio menunjukkan tingkat rasio yang cukup bagus sebab dari 1999-2002 melebihi ketentuan rasio yang baik 120%. Berarti seluruh aktiva yang dimlikinya mampu untuk membayar seluruh utangnya. Sedangkan net worth to debt ratio masih dianggap kurang bagus sebab dari tahun 1992-2002 rasionya masih berada dibawah kisaran 100% (berpatokan pada rasio yang lebih baik dari 100%) berrti perusahaan lebih banyak dibiayai oleh modal asing daripada modal sendiri.

Keadaan rentabilitas perusahaan masih sangat rendah dan cenderung mengalami penurunan, meski tahun 2000 meningkat namun kenaikannya relatif kecil. Berarti kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba masih relatif rendah.

Persamaannya dengan penelitan yang sekarang adalah sama-sama meneliti tentang rasio keuangan. Perbedaannya adalah rasio yang diteliti lebih fokus pada rasio likuiditas dan juga objek penelitiannya.

2.3 Kerangka Pikiran
Pentingnya penggunaan modal kerja dan penyaluran kredit sangat berpengaruh dalam kelangsungan hidup suatu perusahaan. Tingkat penggunaan modal dan kewajiban yang tepat dapat memaksimalkan kinerja keuangan suatu perusahaan. Dengan menggunakan analisis rasio likuiditas yang terdiri dari rasio lancer dan rasio cepat kita dapat melihat factor-faktor apa saja yang mempengaruhinya.

Laporan Keuangan

!
Analisis Likuiditas
!
Quick Rasio - Current Rasio

Aktiva Lacar Persediaan - Kewajiban Lncar - Aktiva Lncar - Kewajiban Lncar



Laporan keuangan merupakan alat yang digunakan untuk menganalisis likuiditas suatu perusahaan. Dari variabel-variabel di dalam analisis likuiditas ini menggunakan alat analisis quick ratio dan current ratio.
Dari analisis ini dapat diketahui kondisi keungan perusahaan sehingga dapat digunakan untuk membantu pihak manajemen dalam menetapkan kebijakan-kebijakan untuk memperbaiki keadaan keuangannya. Dengan kebijakan serta langkah yang tepat maka diharapkan dapat membantu dalam proses pencapaian tujuan perusahaan, baik tujuan jangka pendek, menengah dan panjang.

1 komentar:

indera mengatakan...

Wildaniah, Manajemen 2003 “Analisisi Likuiditas, Solvabilitas dan Rentabilitas pada PT. Mensa Bina Sukses Banjarmasin”
orangnya yg mana yah

Selamat Datang Di Buabuazone Nusantara | Agama Islam Terbaru : Ekonomi Syariah, Segera : Tentang Agama Islam Lainnya | Bisnis Dan Internet Terbaru : Bisnis Minyak Nilam, Segera : Tutorial Bisnis Online Lainnya | Budaya Terbaru : Budaya Jawa, Segera : Budaya Papua | Ekonomi Dan Politik Terbaru : Penjelasan Tentang Inflasi, Deflasi, Dan Bank, Segera : Perkembangan Perekonomian Indonesia | Militer Terbaru : Tentara Nasional Indonesia, Segera : Armada Perang Tentara Nasional Indonesia | Musik Terbaru : Lagu-Lagu Anti Komersil Dan Lagu-Lagu Rock Festival Indonesia, Segera : Penyanyi-Penyanyi Legenda Indonesia | Olahraga Terbaru : Liputan Seputar Piala Dunia 2010, Segera : Berita Terbaru Dan Hasil Pertandingan Terbaru Piala Dunia 2010 | Pendidikan Dan Pengetahuan Terbaru : Tarsius, Primata Terkecil Di Dunia, Segera : Informasi Tentang Ilmu Pengetahuan Lainnya | Sastra Terbaru : Kisah Si Malin Kundang, Segera : Cerita-Cerita Rakyat Lainnya | Wisata Terbaru : 10 Monumen Yang Paling Menakjubkan Di Dunia , Segera : Kota-Kota Tujuan Wisata Indonesia | Selamat Membaca Dan Tataplah Dunia Bersama Buabuazone Nusantara...^_^
 
© Copyright by Buabuazone Nusantara  |  Template by http://blogtemplate4u.com/