Rabu, 21 Januari 2009

Kisah Kesabaran Bilal “Sang Penyeru Suara Azan”

Bilal seorang budak habasyi telah bertekad memeluk agama Islam. Secara diam-diam ia mencari Muhammad saw, lalu dengan mulut yang digerakan oleh hati sucinya, ia mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda keislamannya. Islamnya Bilal tidak ada yang mengetahui kecuali beberapa orang Islam.

Namun akhirnya terungkap juga sampai ke telinga pemimpin Quraisy dan pemiliknya. Terutama ketika sampai ke telinga Umayah Bin Khalaf yang menganggap keislaman seorang hambanya yang bernama Bilal sebagai tamparan pahit yang menghina kehormatannya. Umayah sesumbar dengan suara keras berkata, “Matahari terbit hari ini tidak akan tenggelam dengan Islamnya seorang budak celaka.”

Mulai saat itu pula Bilal selalu mendapat siksaan dari tuannya dan pemimpin Quraisy yang sombong. Pada suatu siang ketika matahari berada di tengah ubun-ubun manusia, serombongan orang melemparkan laki-laki hitam itu ke tengah padang pasir yang sedang terbakar oleh teriknya matahari dalam keadaan telanjang. Ia ditelentangkan di atas pasir panas sambil ditindih sebongkah batu besar di atas dadanya. Hal ini mereka lakukan setiap hari. Bahkan mereka mengecam ajaran Muhammad dan memuji nama tuhan-tuhan berhala mereka. Mereka pun berjanji akan melepaskan Bilal apabila ia mau berbuat seperti permintaan mereka.

Namun bilal hanya membisu seribu bahasa. Ia tidak ingin menebus nyawa titipan Allah dengan menjual imannya. Sejak awal ia telah berjanji akan membela keimanan dan Nabinya hingga titik darah penghabisan. Sebagai pengganti ucapan yang diminta oleh algojo-algojo Quraisy itu, Bilal hanya menyatakan pembelaannya dengan ucapan “Ahad! Ahad!” Maksudnya hanya Allah yang Maha Tunggal. Mere bahkan meneriakan kata-kata dan ucapan “latta, uzza” ke telinga Bilal, agar menirukan apa yang mereka minta. Namun Bilal tidak beranjak dari ucapannya “Ahad! Ahad!”

Pemimpin Quraisy melalui algojo-algojo mengulangi kata-kata itu dengan paksa. Bilal menjawab paksaan mereka itu dengan tenang sambil mengatakan, “lidahku tidak dapat mengatakan ucapan itu.”

Mereka pun melanjutkan siksaan kepada Bilal, memecut badannya dan menarik badannya di tengah padang pasir itu dengan mengikatkan tali di lehernya. Bahkan mereka mengarak Bilal keliling kota Makkah dan meneriakinya. Namun senandung indah dari suara Bilal, tetap kokoh, Ahad! Ahad!

Siksaan terhadap Bilal berjalan terus dengan cara paksa dan juga bujukan yang halus, namun Bilal tetap pada keteguhan dan keyakinannya. Waktu matahari telah meninggi, terik mulai menyengat bumi, Bilal diseret ke tengah padang pasir. Walaupun terasa sakit, namun hatinya tetap tenang. Ini tampak pada senyumnya. Ketenangan yang menggoncangkan hati orang-orang Quraisy dan membuat mereka menjadi gelisah.

Ketika mereka mulai menyiksa, mencambuk Bilal, tiba-tiba datang Abu Bakar Siddiq. Ia telah mendengar nasib budak Uamayah yang sedang disiksa karena memeluk agama yang dibawa Muhammad saw. Serta merta Abu Bakar berkata, “Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki disebabkan ia mengucapkan kata Ahad, meyakini bahwa Tuhannya hanya Allah? Segera ia mengulurkan tangannya kepada Umayah bin Khlaf, seraya berkata, “Terimalah ini sebagai tebusannya. Ini lebih tinggi dari harganya. Bebaskan Bilal!”

Sebenarnya Umayah bersama algojo-algojonya telah berputus asa membujuk Bilal agar kembali menyembah berhala mereka. Dengan hadirnya Abu Bakar memberi tebusan untuk Bilal, mereka merasa lega. Mereka lebih memikirkan keuntungan daripada nyawa manusia. Sekarang Bilal telah merdeka. Ia bebas berjumpa dan bergaul bahkan lebih banyak belajar kepada Nabi Saw, bersama saudara-saudara muslim lainnya. Ia bersyukur kepada Maha Pencipta, karena doa yang lahir dari hatinya, di dengar oleh Allah pencipta alam semesta.

Abu Bakar membimbing tangan sahabatnya itu dengan perasaan kasih sayang menuju rumah Rasulullah Saw. Keduanya ingin agar Nabi Saw mendengar berita gembira pembebasan Bilal. Setelah berjumpa denga Rasulullah Saw dan kaum muslimin lainnya, berita itupun menyebar keseluruh pelosok Mekkah. Rasa gembira itu seperti hari raya layaknya, meski tanpa pesta.

Setelah hijrah ke Madinah, Bilal senantiasa bersama Rasulullah Saw sesuai dengan janjinya. Ia akan membela Islam dan membela Nabi Saw sampai akhir hayatnya. Nabi Muhammad mengetahui benar watak Bilal, ketekunan dan kesetiannya terhadap Islam. Oleh karena itulah, Nabi Saw menugaskannya menjadi muazzin untuk shalat lima waktu. Dialah muazzin pertama dalam Islam. Suara Bilal saat melantunkan azan, begiru merdu, menyentuh perasaan setiap orang mendengarnya.

Bersama Rasulullah, Bilal juga maju ke medan perang mempertahankan agama Islam. Semangat jihadnya membuat Rasulullah Saw tertegun. Ia maju tanpa takut mati dan menempatkan dirinya pada barisan terdepan. Ia tidak menghalau musuh-mush Islam itu karena dendam. Akan tetapi ia berjuang di medan jihad semata-mata ingin mempertahankan ajaran dan keyakinan Islam.

Ketika Makkah ditaklukan, Rasulullah memasuki Ka’bah menghancurkan semua berhala, Bilal tetap mendampingi beliau. Rasulullah menyuruh Bilal naik ke atas salah satu sudut Ka’bah mengumandangkan azan. Suara Bilal kembali bergema lantang ke seluruh pelosok Makkah. Orang-orang mengarahkan wajah dan telinganya ke arah datangnya suara azan dari Ka’bah.

Bilal bin Rabah melanjutkan hidupnya bersama Nabi Saw. Ia ikut ambil bagian dalam perjuangan membela dan mempertahankan Islam. Ia tetap menjadi muazzin, menyemarakkan syi’ar Islam dan meghidupkan shalat di tengah-tengah masyarakat Islam di kota Madinah. Ia mencintai Allah, mencintai Rasulullah Saw, dan mencintai Islam yang membebaskan manusia dari kegelapan kepada cahaya cemerlang dan masyarakat yang adil dan beradap, serta membebaskan manusia dari perbudakan menuju kemerdekaan.
(Sumber : Nasiruddin, S.Ag, MM, 2007, Kisah Orang-Orang Sabar, Republika, Jakarta.)

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Di Buabuazone Nusantara | Agama Islam Terbaru : Ekonomi Syariah, Segera : Tentang Agama Islam Lainnya | Bisnis Dan Internet Terbaru : Bisnis Minyak Nilam, Segera : Tutorial Bisnis Online Lainnya | Budaya Terbaru : Budaya Jawa, Segera : Budaya Papua | Ekonomi Dan Politik Terbaru : Penjelasan Tentang Inflasi, Deflasi, Dan Bank, Segera : Perkembangan Perekonomian Indonesia | Militer Terbaru : Tentara Nasional Indonesia, Segera : Armada Perang Tentara Nasional Indonesia | Musik Terbaru : Lagu-Lagu Anti Komersil Dan Lagu-Lagu Rock Festival Indonesia, Segera : Penyanyi-Penyanyi Legenda Indonesia | Olahraga Terbaru : Liputan Seputar Piala Dunia 2010, Segera : Berita Terbaru Dan Hasil Pertandingan Terbaru Piala Dunia 2010 | Pendidikan Dan Pengetahuan Terbaru : Tarsius, Primata Terkecil Di Dunia, Segera : Informasi Tentang Ilmu Pengetahuan Lainnya | Sastra Terbaru : Kisah Si Malin Kundang, Segera : Cerita-Cerita Rakyat Lainnya | Wisata Terbaru : 10 Monumen Yang Paling Menakjubkan Di Dunia , Segera : Kota-Kota Tujuan Wisata Indonesia | Selamat Membaca Dan Tataplah Dunia Bersama Buabuazone Nusantara...^_^
 
© Copyright by Buabuazone Nusantara  |  Template by http://blogtemplate4u.com/