Selasa, 13 Januari 2009

Rangkuman Beberapa Pokok Bahasan Manajemen Investasi Dan Pasar Modal

Penilaian Kinerja Portofolio

Dalam penilaian kinerja portofolio, Husnan (2000: 465) menjelaskan bahwa dalam penilaian diperlukan variable-variabel yang relevan seperti tingkat keuntungan dan risiko. Penilaian terhadap kinerja portofolio merupakan langkah investor dalam mengevaluasi kinerja portofolionya. Pada tahap ini kinerja portofolio akan dibandingkan dengan kinerja portofolio lainnya melalui proses benchmarking. Dalam hal ini kinerja portofolio dari strategi aktif akan dibandingkan dengan kinerja portofolio dari strategi pasif. Evaluasi kinerja portofolio ini diharapkan akan menjawab sejauh manakah portofolio yang telah dibentuk mampu memberikan kinerja yang memuaskan investor.


Penilaian kinerja portofolio saham dapat dilakukan dengan mempertimbangkan variabel return saja atau melibatkan variabel risiko. Penilaian kinerja portofolio dengan melibatkan variabel risiko akan memberikan informasi yang lebih mendalam tentang sejauh mana suatu return yang dihasilkan oleh portofolio dikaitkan dengan tingkat risiko untuk mencapai return tersebut. Risk Adjusted Return didasarkan pada gabungan antara return dan risiko. Tandelilin (2001:198) menyebutkan bahwa ada tiga ukuran yang dapat digunakan dalam mengevaluasi kinerja portofolio dengan menggunakan risk adjusted return, yaitu sebagai berikut.

a.Indeks Sharpe yang mengukur kinerja

portofolio dengan total risiko sebagai indikatornya. Indeks ini mendasarkan perhitungannya pada konsep garis pasar modal (capital market line) sebagai patok duga, yaitu dengan cara membagi premi risiko portofolio dengan standar deviasinya.

Ŝp = Rp – Rf

σ TR

Keterangan:

p Sˆ = indeks Sharpe

Rp= return rata-rata portofolioselama jangka waktu pengukuran

Rf= return rata-rata aset bebas risiko selama jangka waktu pengukuran

σTR = standar deviasi portofolio selama jangka waktu pengukuran


Dalam teori portofolio, standar deviasi merupakan risiko total yang merupakan penjumlahan dari risiko pasar (systematic risk) dengan risiko tidak sistematik (unsystematic risk). Dengan memperhitungkan risiko, makin tinggi nilai pengukuran Sharpe, makin baik kinerja portofolio.

b. Indeks Treynor yang mengukur kinerja

portofolio dengan risiko sistematisnya (beta) sebagai indikator. Indeks ini melihat kinerja portofolio dengan cara menghubungkan tingkat return portofolio dengan besarnya risiko dari portofolio tersebut.


Tp = Rp – Rf

βp


Keterangan:

Tp = indeks Treynor

Rp= return rata-rata portofolio selama jangka waktu pengukuran

f R = return rata-rata aset bebas risiko selama jangka waktu pengukuran

βp = risiko sistematik dari portofolio selama jangka waktu pengukuran

Dengan mempertimbangkan risiko sistematik, makin tinggi nilai pengukuran Treynor, makin baik kinerja portofolio.

c. Indeks Jensen yang mengukur kinerja

portofolio dengan risiko sistematisnya (beta) sebagai indikator. Indeks ini menunjukkan perbedaan antara tingkat return aktual yang diperoleh portofolio dengan tingkat return yang diharapkan jika portofolio tersebut berada pada garis pasar modal. (CML).

Ĵp – Rf = αp + [ Rf + (Rm – Rf ) βp]


Keterangan:

Ĵp = return portofolio selama jangka waktu pengukuran t /indeks Jensen

Αp = exess performance portofolio selama jangka waktu pengukuran

Rf = return bebas risiko salama jangka waktu pengukuran

Rm = return pasar selama jangka waktu pengukuran

βp = Risiko sistemaik selama jangka waktu pengukuran

Makin tinggi nilai α positif, makin baik kinerjanya.

  • Strategi Portofolio Saham

  1. STRATEGI PASIF

  1. Strategi beli dan simpan = Investor membeli sejumlah saham dan tetap memegang nya untuk beberapa waktu tnt. Tujuan nya adalah menghindari biaya transaksi tambahan lainnya yg terlalu tinggi dan investor jg melakukan pemilihan thdp saham yg akan di investasikan.

  2. Strategi mengikuti indeks = dalam prakteknya d gambarkan sbg pembelian instrument reksadana/dana pension oleh investor. Memberikan keuntungan by rendah spt by transaksi, by informasi, komisi, dll.

    1. STRATEGI AKTIF

      1. Pemilihan saham = investor scr aktif melakukan analisis dan pemilihan saham2 yg terbaik. Mis melakukan deversifikasi / menggunakan jasa analis saham professional.

      2. Rotasi sektor = berinvestai pada saham2 tnt utk mengantisipasi perubahan siklis ekonomi dikemudian hari. Serta melakukan modifikasi thdp bobot portofolio saham2 sektor industri yg berbeda.

      3. Momentum harga = adanya kenyataan bahwa pd waktu2 tnt harga saham akan merefleksikan pergerakan Earning/pertumbuhan perusahaan.


PENILAI SAHAM

NILAI INTRINSIK DAN NILAI PASAR

Penilaian saham ada 3 jenis :

  1. Nilai buku = nilai yang dihitung berdasarkan pembukuan perusahaan penerbit saham /emiten.

  2. Nilai pasar = nilai saham di pasar, yang ditunjukan oleh harga saham tersebut di pasar.

  3. Nilai intrinsik = nilai saham sebenarnya/ harus terjadi.

    • 2 Pendekata dalam penilaian nilai interistik :

1.Pendekatan nilai sekarang = menghitunh seluruh aliran kas yang akan diterima pemegang saham dari suatu saham di masa dating.

2.Pendekatan rasio harga terhadap earning (PRICE EARNING RASIO) = penentuan nilai suatu saham ilakukan dengan memperhitungkan berapa nilai rupiah uang yg akan diinvestasikan kedalam suatu saham untuk memperoleh satu rupiah pendapatan dari suatu saham.

  • PENDEKATAN LAINNYA :

1.Rasio Nilai Buku = rasio antara harga pasar saham dengan nialai buku per lembar saham. Biasa di gunakan menilai saham2 perbankan. Jika rasio lbh kcl dari 1 maka kinerja bank baik.

2.Rasio Aliran Kas = perbandingan harga saham dengan aliran kas, bukan earning perusahaan spt sebelumnya krn aliran ka lebih relevan di banding dengan laporan scr akkuntansi.

3.Economc Value Added (EVA) = ukuran keberhasialan mjm perusahaan dalam meningakatkan nilai tambah bagi perusahan. Dihitung dgn mengurangkan keuntungan operasi perusahaan dgn by modal perusahaan, baik untuk by utg / modal sendiri.

  • Model Diskonto Dividen = model utk menentukan estimasi harga saham dgn mendikontokan semua aliran dividen yg akan diterima di masa YAD.

  • Model Pertumbuhan Nol = Asumsi bahwa deviden yg dibayarkan perusahaan tidak akan mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu.

  • Model Pertumbuhan Konstan = deviden yg akan dibyarkan mengalami pertumbuhan secara konstan selama waktu yg tak terbatas.

  • Model Pertumbuhan Tidak Konstan = aumsi perusahaan kadang kala membayar deviden secara konstan, kadang kala membayar deviden dengan pertumbuhan yang di sesuaikan kondisi perusahaan.

  • Penyajian Private Information :

1.Private Information = menunjukan apakah indeks perusahaan dan pihak tnt di anggap mempunyai akses informasi yg baik, dapat memperoleh return abnormal dibandingkan dn return pasar biasa pd umunya.

2.Insidor Trading = pihak2 spt direktur, manajer, karyawan / pemegang saham yg bisa mendapatkan akses informasi.

3.Implikasi Pasar Modal Yg Efisien = jika menurut para investor pasar sdg tdk efisien, maka merka akan menerapkan Strategi Aktif :melakukan analisis tekrikal maupun fundamental. Jika pasar sdg efisien maka menerapkan Perdagangan Pasif :membentuk portofolio yg bisa mereplikasikan indeks pasar yg dilihat dari Grafik dan Kinerja perusahaan.

  • KARAKTERISTIK OBLIGASI = surat tanda bukti bhw investor pemegang obligasi memberikan pinjamanutang bagi emiten penerbit obligasi. Emiten obligasi akan memberikan kompensasi bagi investor pemegang obligasi, berupa kupon yang di bayarkan secara periodik.

1.Nilai Interistik ; nilai teoritis dari suatu obligasi, biasa diperoleh dr hasil estimasi nilai saat ini dari semua aliran kas obligasi dimasa YAD. Nilai interistik dipengaruhi oleh kupon / bunga, waktu jatuh tempo dan nilai principal.

2.Nilai Penerbitannya; obligasi dgn tipe jaminan dan obligasi tanpa jaminan ada juga obligasi dgn urutan yg berbeda, obligasi senior dan junior.

3.Band Indentures; adalah dokumen legal yg memuat hak2 pemegang obligasi maupun emiten obligasi spt bunga, waktu pembayaran, dll.

4.Call Provision; adalah hak emiten obligasi untuk melunasi obligasi sebelum waktu jatuh tempo.

  • JENIS OBLIGASI :

1.Obligasi dgn jaminan = obligasi yg di terbitkan oleh perusahaan dgn menggunakan jaminan suatu asset riil.

2.Obligasi tanpa jaminan = obligasi yg di terbitkan tanpa menggunakan suatu jaminan asset riil tnt.

3.Obligasi Konversi = obl yg memberikan hak kpd pemegang untuk mengkonversikan obl.

4.Obl. disertai warrant = dgn adanya warrant, maka pemegang obl mempunyai hak untuk membeli saham perusahaan, pada hrg yg tlh di tnt kn.

5.Obl. Tanpa kupon = obl yg tdk memberikan pembayaran bunga.

6.Obl. ak bunga menyambung = = obl yg memberikan tingkat bunga yang besarnya di sesuaikan dgn fluktuasi tk bunga pasar yg berlaku.

7.Rustable Bond = obl yg memberikan hak kpd pemegang obl utk menerima pelunasan obl sesuai dgn nilai pasar sebelum waktu jatuh tempo.

8.Junk Bond = obl yg memberiakan tk keuntungan yg tinggi ttp mengandung resiko yg tinggi pula.

  • YIELD OBLIGASI = Pendapatan obl yg akan di terima investor yg cendrung bersifat tidak tetap, karena yield obl sgt terkait dgn tk return yg di syaratkan oleh investor.

  • BEBERAPA UKURAN YIELD OBLIGASI :

1.Nominal Yield = tk kupon yg di berikan oleh obl, misalnya kupon sebesar 18%, maka yield nominal obl sebesar 18%.

2.Current Yield = resiko antara tk bunga obl thdp hrg pasar dari obl tsb.

3.Yield to Maturity (YTM) = tk return majemuk yg akan di terima investor jika membeli obl pada harga pasar saat ini dan menahan obl tersebut hgg jatuh tempo.

4.Yield to call = yield yg diperoleh pd obl yg bisa di beli kembali ( callable ).obl yg callable berarti bahwa emiten bisa melunasi / membeli kembali obl yg telah diterbitkannya dari tujuan investor yg memegang obl tsb, sebelum jatuh tempo.

5.Realized (Horizon) Yield = tk return yg di harapkan investor dari sebuah obl, jika obl tsb dijual kembalioleh investor sblm jatuh tempo.

  • ANALISIS EKONOMI

Analisis penilaian saham, bisa dgn analisis fundamental secara top down:

1.Analisis Ekonomi dan Pasar. Tujuan ; Membuat alokasi dana diberbagai Negara atau dalam negeri dalam bentuk saham, obligasi, dll.

2.Analisis Industri. Tujuan ; menentukan jenis2 industri mana yang menguntungan dan mana yg tdk berprospek baik.

3.Analisis Perusahaan. Tujuan ; menentukan perusahaan mana yg berprospek baik.

  • MENGAPA ANALISIS DAN PASAR MODAL PENTING = Pasar Modal mencerminkan apa yg terjadi pada perekonomian makro, krn nilai investasi di tnt kn oleh aliran kas yg di harapkan serta tk return yg di syaratkan atas investasi tsb.

  • VARIABEL EKONOMI MAKRO :

1.PDB = ukuran produksi brg dan jasa total pd suatu Negara. PDB  sinyal (+) (-)

2.Tk.Pengangguran = ditunjukan oleh % tase dari total jmlh tng krj yg masih blm bekerja. Pengangguran  sinyal (-) (+)

3.Inflasi = cendrung terjadinya peningkatan harga produk2 scr keseluruhan. Inflasi  sinyal (-) (+)

4.Tingkat Bunga = tik bunga yg tinggi akan mempengaruhi nilai sekarang, aliran kas perusahaan, shgg kesempatan investasi yg ada krg menarik lagi. Tingkat bunga  (-) (+)

MERMAL PERUBAHAN PASAR MODAL :

  • 2 Hal mengapa sulit meramal perubahan pasar modal scr konsisten:

1.Adanya konsep pasar modal yg efisien.

2.Peramalan perubahan pasar modal atas data2 perubahan masa lalu yg tersedia.

  • 2 dasar untuk peramalan perubahan pasar modal :

1.Penggunaan data perubahan siklis ekonomis, ketika ekonomi memasuki siklis yg cendrung menurun menuju titik terendah (resesi), maka harga saham biasanya turun. Jadi kapan siklis ekonomi akan mencapai titik baliknya.

2.penggunaan data2 perubahan beberapa variable ekonomi makro.

  • 3 Konsep dasar untuk memahami pembentukan portofolio optimal, yaitu:

1.Portofolio Efisien Dan Portofolio Optimal.

Portofolio Efisien = Memaksimalkan return yg diharapkan dgn tk resiko tnt atau meratakan resiko terndah dgn tk return tnt.

Potofolio Optimal = Portofolio yg dipilih oleh investor dr sekian byk pilihan yg ada pada kumpulan portofolio efisien, pilihan tsb berdasarkan pada prepensi investor thdp return / resiko yg sedia ditanggung.

2.Fungsi Utilitas dan Kurva Indiferes.

Kurva Utilitas = suatu fungsi matematis yg menunjukan nilai dari smua alternative pilihan yg ada. Semakin tinggi nilai alternative semakin tinggi utiritas alternative tsb.

3.Aset Beresiko dan Asset Bebas Resiko.

Aset beresiko = aset2 yg tk return aktivanya dimasa depan masih mengandung ketidakpastian (saham).

Aset bebas resiko = Aset yg returnnya dimasa depan sudah bisa dipastikan pada saat ini yg ditunjukan utk varian return sama dgn nol. (obl pemerintah dan treasury bill).

  • MODEL PORTOFOLIO MARKOWITZ, Diversifikasi Investasi ada 2 :

1.Secara naïf / secara random. Secara naïf mempunyai kelemahan ; investor tdk memanfaatkan informasai yg tersedia seperti karakterristik industri perusahaan dan tk return yg di harapkan.

2.Pendekatan Markowitz, bahwa investor memanfaatkan semua informasi yg tersedia sebagai dasar pembentkan portofolio yg optimal.

  • PORTOFOLIO YG EFISIEN BILA MEMENUHI KONDISI BERIKUT :

1.Memberikan Expected Return terbesar dengan Risk yg sama.

2.Memberikan Risk yg kecil pada Expected yg sama.

  • Short Selling = Melakuan penjualan saham, sementara itu ia tdk memiliki saham .

Investor dapat melakukannya dgn cara meminjam saham pada Broker-nya, short selling dilakukan dgn harapan harga saham turun dan investor memperoleh keuntungan dan hasilnya utk membeli saham lain

Short selling tidak dperkenankan dan investor menginvestasikan semua dana nya max 100% min 0% dari jumlah dana.

  • PEMILIHAN PORTOFOLIO YG OPTIMAL :

1.Indiffernce Curve = Suatu kurva yg menunjukan berbagai kombinasi efek yg memberikan return yg tdk berbeda bagi investor. Slope IC menunjukan tk substitusi marginal dari return dan risk.

2.Karateristik Fungsi Utilitas.

Fungsinya jika dikaitkan dgn preperensi investor thdp resiko dibedakan jd 3:

  1. Sikap yg tidak suka resiko (risk averter)

  2. Sikap yg netral thdp resiko (neutral risk)

  3. Sikap yg suka resiko (risk seeker)

Download Selengkapnya Rangkuman Di Atas

1 komentar:

Dani mengatakan...

Mas, sumber penulisan dari mana?

makasih

Selamat Datang Di Buabuazone Nusantara | Agama Islam Terbaru : Ekonomi Syariah, Segera : Tentang Agama Islam Lainnya | Bisnis Dan Internet Terbaru : Bisnis Minyak Nilam, Segera : Tutorial Bisnis Online Lainnya | Budaya Terbaru : Budaya Jawa, Segera : Budaya Papua | Ekonomi Dan Politik Terbaru : Penjelasan Tentang Inflasi, Deflasi, Dan Bank, Segera : Perkembangan Perekonomian Indonesia | Militer Terbaru : Tentara Nasional Indonesia, Segera : Armada Perang Tentara Nasional Indonesia | Musik Terbaru : Lagu-Lagu Anti Komersil Dan Lagu-Lagu Rock Festival Indonesia, Segera : Penyanyi-Penyanyi Legenda Indonesia | Olahraga Terbaru : Liputan Seputar Piala Dunia 2010, Segera : Berita Terbaru Dan Hasil Pertandingan Terbaru Piala Dunia 2010 | Pendidikan Dan Pengetahuan Terbaru : Tarsius, Primata Terkecil Di Dunia, Segera : Informasi Tentang Ilmu Pengetahuan Lainnya | Sastra Terbaru : Kisah Si Malin Kundang, Segera : Cerita-Cerita Rakyat Lainnya | Wisata Terbaru : 10 Monumen Yang Paling Menakjubkan Di Dunia , Segera : Kota-Kota Tujuan Wisata Indonesia | Selamat Membaca Dan Tataplah Dunia Bersama Buabuazone Nusantara...^_^
 
© Copyright by Buabuazone Nusantara  |  Template by http://blogtemplate4u.com/