Rabu, 20 Januari 2010

Rangkuman Beberapa Pokok Bahasan Teori Ekonomi Makro

Analisa IS dan LM

Pasar komoditi = pasar komoditi=sector nyata=sector pengeluaran.

Pasar uang

-demand

-supply

Permintaan uang.

Maksud pemnintaan disini adalah jumlah kebutuhan masarakat akan uang tunai, Keynes membagi ada 3 motif permintaan uang :

a. motif transaksi, dengan meningkatnya pendafatan seseorang kebutuhan orang tersebut akan uang untuk transaski akan meningkat. Maka hasil penjumlahan dari permintaan individual (seseorang) yg ada dalam perekonomian = permintaan agregatif akan uang untuk transaksi.

b. motif berjaga-jaga, seseoarang menyimpan sebagian kekayaannya dalam bentuk uang tunai untuk keperluan berjaga-jaga.

c.motif spekulasi. Spekulasi dalam surat2 berharga, khususnya obligasi para spekulan mmbeli surat2 obligasi pd waktu harga surat obligasi pd waktu harga surat obligasi murah dan mejualnya pd wktu surat obligasi mahal, spekulan mendapatkan untung.

Penawaran akan uang

  1. yang dimaksud penawaran uang adalah jumlah uang yang beredar di masarakat berupa uang kartal dan uang ginal. Biasanya jumlahnya ditentukan oleh pemerintah.
  2. melaui kebijaksanaan2 moneter pemerintah di asumsikan mampu untuk mempengaruhi MS. Yaitu 1)rediscount policy, 2) Open market Operation atau operasi pasar terbuka. 3) menentuka angka banding minimum antara uang tunai. 4) selective credit control.
  3. untuk perekonomian yg menggunakan system pengawasan devisa, masarakat tidak mempunyai kebebasan memiliki.
  4. MS juga dipengaruhi oleh neraca pembayaran LN Negara.
  5. diasumsikan tidak ada perubahan harga, pemerintah mampu mempengaruhi jumlah uang nominal maupun jumlah riil.

* Kebijakan moneter merupakan kebijakan bank sentral atau otoritas moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi makro melalui pengendalian besaran moneter (JUB, uang primer,kredit perbankan) atau suku bunga.

* Stabilitas ekonomi makro tercermin dari: laju inflasi yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, sehingga mendorong peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat.

* Dalam merumuskan strategi kebijakan moneter, variabel-variabel yang dipertimbangkan, tujuan yang ingin dicapai, mekanisme transmisi yang sesuai, siklus ekonomi (booming/resesi), sifat perekonomian (terbuka/tertutup) & faktorfaktor fundamental ekonomi lainnya.

Jumlah output yang diproduksi perusahaan agar mencapai laba maksimal adalah pada saat MR=MC.Ekstrim pertama, perusahaan berada dalam pasar persaingan sempurna (perfect competition), dimana jumlah perusahaan begitu banyak dan kemampuan setiap perusahaan sangat kecil untuk mempengaruhi harga pasar. Ekstrim kedua adalah perusahaan hanya satu – satunya produsen (monopoli).

Kondisi ekstrim tersebut jarang sekali terjadi, umumnya dua kondisis peralihan antara ekstrim persaingan sempurna dan monopoli. Kondisi pertama adalah perusahaan bersaing, tetapi masing – masing mempunyai daya monopoli (terbatas), disebut persaingan monopolistic (monopolistic competition). Kedua adalah dalam pasar hanya ada beberapa produsen yang jika bekerja sama mampu menghasilkan daya monopoli dikenal sebagai oligopoli (oligopoly).

  1. Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna

Beberapa karakteristik agar sebuh pasar dapat dikatakn persaingan sempurna:

  • Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen (homogeneous product)
  • Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan / informasi sempurna (perfect knowledge)
  • Output sebuah perusahaan relative kecil dibanding output pasar (small relatively output)
  • Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker)
  • Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit)

a. Homogenitas Produk (Homogeneous Product)

Produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen

tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.

b. Pengetahuan Sempurna (Perfect Knowledge)

Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan

sempurna tentang harga produk dan input yang dijual.

c. Output Perusahaan Relatif Kecil (Small RelativelOutput)

Perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efisien

(biaya rata – rata terendah), kendati pun demikian jumlah output setiap

perusahaan secara individu dianggap relative kecil

dibanding jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.

d. Perusahaan Menerima Harga Yang Ditentukan Pasar (Price Taker)

Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang

ditetapkan pasar (price taker). Secara individu perusahaan tidak mampu

mempengaruhi harga pasar.

e. Keleluasaan Masuk – Kelur Pasar (Free Entry and Exit)

Dalam pasar persaingan sempurna factor produksi mobilitasnya tidak

terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikelurkan untuk memindahkan

factor produksi

1 komentar:

dimdroid mengatakan...

Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

Selamat Datang Di Buabuazone Nusantara | Agama Islam Terbaru : Ekonomi Syariah, Segera : Tentang Agama Islam Lainnya | Bisnis Dan Internet Terbaru : Bisnis Minyak Nilam, Segera : Tutorial Bisnis Online Lainnya | Budaya Terbaru : Budaya Jawa, Segera : Budaya Papua | Ekonomi Dan Politik Terbaru : Penjelasan Tentang Inflasi, Deflasi, Dan Bank, Segera : Perkembangan Perekonomian Indonesia | Militer Terbaru : Tentara Nasional Indonesia, Segera : Armada Perang Tentara Nasional Indonesia | Musik Terbaru : Lagu-Lagu Anti Komersil Dan Lagu-Lagu Rock Festival Indonesia, Segera : Penyanyi-Penyanyi Legenda Indonesia | Olahraga Terbaru : Liputan Seputar Piala Dunia 2010, Segera : Berita Terbaru Dan Hasil Pertandingan Terbaru Piala Dunia 2010 | Pendidikan Dan Pengetahuan Terbaru : Tarsius, Primata Terkecil Di Dunia, Segera : Informasi Tentang Ilmu Pengetahuan Lainnya | Sastra Terbaru : Kisah Si Malin Kundang, Segera : Cerita-Cerita Rakyat Lainnya | Wisata Terbaru : 10 Monumen Yang Paling Menakjubkan Di Dunia , Segera : Kota-Kota Tujuan Wisata Indonesia | Selamat Membaca Dan Tataplah Dunia Bersama Buabuazone Nusantara...^_^
 
© Copyright by Buabuazone Nusantara  |  Template by http://blogtemplate4u.com/