Senin, 24 November 2008

Rasulullah Ditampar Seorang Badui

Anas bin Malik ra berkata, “Ketika Nabi Muhammad saw memasukirumah Siti Fatimah, di saat itu pula Fatimah mengadu bahwa dirinya sedang dalam keadaan lapar.”

“Ayah, kami sekeluarga sudah tiga hari tidak makan.”

Maka dengan rasa terharu perut beliau ditampakan, yang saat itu diganjal dengan batu dan diikat pada perut beliau.

“Fatimah,” Sabda beliau, “Jika engkau tiga hari tidak makan, ayahmu sudah empat hari.”

Kemudian beliau keluar rumah itu sambil mengeluh, “Aduh kasihan, Hasan dan Husain sangat lapar” Beliau terus melanjutkan perjalanan, hingga sampai keluar lapar” Beliau terus melanjutkan perjalanan, hingga sampai ke luar kota Madinah. Kemudian langkah beliau terhenti ketika melihat orang Badui yang menimab air di sebuah sumur. Orang badui itu tidak tahu yang berhenti itu Rasulullah.

“Hai Badui,” Ucap Rasulullah , “Adakah pekerjaan yang dapat kau berikan kepadaku?”

“Ya,” jawab Badui. “Kerja apa?” Tanya Nabi.

“Menimbakan air sumur ini,” jawab Badui sambil memberikan timba kepada Nabi Muhammad saw. Beliau lalu menimba air sumur, dan Badui itu memberinya upah sebanyak tiga buah kurma. Nabi pun memakannya. Kemudian Nabi saw menimba lagi sebanyak delapan kali, tapi setelah mau masuk kesembilan kalinya, tali timba putus dan jatuh ke sumur, hingga Nabi saw berhenti dan merasa kebingungan. Melihat timba itu jatuh, si Badui datang memarahi dan menampar wajah beliau, kemudian ia membaya ongkosnya, sebanyak dua piluh empat butir kurma. Ongkos itu diambil oleh Nabi saw tanpa menunjukan sikap marah, lalu beliau turun ke dalam sumur untuk mengambil timba yang terjatuh.

Setelah timba itu dapat terambil dengan tangan beliau yang mulia, lalu dikembalikan kepada Badui itu. Segera si Badui meniggalkan tempat itu. Di tengah jalan ia tertegun dan berpikir sejenak. “Jangan-jangan orang itu adalah Nabi dan berpikir sejenak. “Jangan-jangan orang itu adalah Nabi Muhammad,” pikirnya. Kemudian ia mengambil pisau dan Setelah timba itu dapat terambil dengan tangan beliau yang mulia, lalu dikembalikan kepada Badui itu. Segera si Badui meniggalkan tempat itu. Di tengah jalan ia tertegun dan berpikir sejenak. “Jangan-jangan orang itu adalah Nabi dan berpikir sejenak. “Jangan-jangan orang itu adalah Nabi Muhammad,” pikirnya. Kemudian ia mengambil pisau dan memotong tangan yang menampar tadi, sehingga ia pingsan ke tanah. Beberapa saat kemudian datanglah sekelompok musafir lewat di tempat itu. Mereka tertegun ketika melihat orang Badui itu pingsan dan tangannya terpotong. Lalu mereka menyirami air ke sekujur tubuhnya sampai pulih kembali. Sesudah itu mereka bertanya,

“Musibah apa yang menimpamu?”

“Saya telah menampar wajah seseorang, yang saya sangka orang itu adalah Muhammad, karena itu saya potong tangan yang menamparnya, karena takut akan mendapat musibah,” ulas Badui itu.

Sehabis berkata begitu, ia mengambil tangannya yang dipotong, kemudian ia datang ke masjid. Setibanya di sana, ia memanggil-manggil, “Wahai sahabat! Mana yang bernama Muhammad? Mana Muhammad.” Ia terus berkata begitu. Maka Abu Bakar, Umar, Usman, yang saat itu berdiam di masjid bertanya, “Mengapa kamu bertanya Nabi Muhammad?”

“Saya harus berjumpa dengannya,” jawab Badui itu.

Salman kala mendengar kata itu, bangkit dan memegang tangan Badui, kemudian dibawa ke rumah Siti Fatimah. Setibanya di rumah, si Badui itu memanggil Nabi daw dengan suara keras, “Muhammad!” Saat itu Nabi Muhammad saw sedang mendudukan Hasan di atas paha kanan dan Husein di atas paha kiri beliau sambil memberi kurma kepada mereka.

Begitu Rasulullah mendengar panggilan itu, beliau menturuh Fatimah untuk menemuinya.

“Lihatlah, siapa yang ada dipintu itu,” sabda beliau. Siti Fatimah segera keluar menuju pintu, tiba-tiba ia tertegun ketika melihat orang Badui yang tangan kanannya terpotong dan dibawa dengan tangn kirinya serta darannya masih mengalir.

Melihat kenyataan ini, Siti Fatimah bergegas mendatangi Nabi Muhammad saw dan mengabarkan apa yang dilihatnya. Nabi Muhammad saw terkejut mendengar berita dari putrinya, lalu bangkit menuju pintu menemui Badui itu. Setelah melihat kedatangan Nabi saw, Badui itu berkata, “Maafkan Muhammad, karena saya tidak mengenalmu”

“Mengapa tanganmu terpotong?” Tanya beliau heran.

“Tidak akan kekal tanganku yang telah menampar wajahmu.”

“Masuklah Islam, supaya kamu selamat.”

“Hai Muhammad! Kalau kau memang benar Nabi, perbaikilah tanganku,” ujar Badui itu menguji Rasulullah.

Beliau menatap sebentar pada tangannya yang dipotong itu, kemudian dengan hati-hati tangan itu disambung kembali ketempat asal, kemudian diusap-usap sambil mengankatnya. Maka atas izin Allah tangan itu bisa sambung kembali seperti sedia kala, dan orang Badui itu akhirnya masuk Islam.
(Sumber : Nasiruddin, S.Ag, MM, 2007, Kisah Orang-Orang Sabar, Republika, Jakarta.)

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Di Buabuazone Nusantara | Agama Islam Terbaru : Ekonomi Syariah, Segera : Tentang Agama Islam Lainnya | Bisnis Dan Internet Terbaru : Bisnis Minyak Nilam, Segera : Tutorial Bisnis Online Lainnya | Budaya Terbaru : Budaya Jawa, Segera : Budaya Papua | Ekonomi Dan Politik Terbaru : Penjelasan Tentang Inflasi, Deflasi, Dan Bank, Segera : Perkembangan Perekonomian Indonesia | Militer Terbaru : Tentara Nasional Indonesia, Segera : Armada Perang Tentara Nasional Indonesia | Musik Terbaru : Lagu-Lagu Anti Komersil Dan Lagu-Lagu Rock Festival Indonesia, Segera : Penyanyi-Penyanyi Legenda Indonesia | Olahraga Terbaru : Liputan Seputar Piala Dunia 2010, Segera : Berita Terbaru Dan Hasil Pertandingan Terbaru Piala Dunia 2010 | Pendidikan Dan Pengetahuan Terbaru : Tarsius, Primata Terkecil Di Dunia, Segera : Informasi Tentang Ilmu Pengetahuan Lainnya | Sastra Terbaru : Kisah Si Malin Kundang, Segera : Cerita-Cerita Rakyat Lainnya | Wisata Terbaru : 10 Monumen Yang Paling Menakjubkan Di Dunia , Segera : Kota-Kota Tujuan Wisata Indonesia | Selamat Membaca Dan Tataplah Dunia Bersama Buabuazone Nusantara...^_^
 
© Copyright by Buabuazone Nusantara  |  Template by http://blogtemplate4u.com/