Selasa, 12 Januari 2010

Indonesia Tidak Mimpi Ingin Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Sabtu, 02 Januari 2010
TRIBUN/dok
MEMASUKI tahun 2010, penggemar sepakbola siap-siap menanti pesta sepakbola dunia yang kali ini digelar di Afrika Selatan. Negaranya Nelson Mandela itu menjadi negara Afrika pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia yang dihelat mulai 11 Juni itu. Sebanyak 32 tim dari lima benua akan beradu kemampuan untuk menjadi kampiun.
Di Piala Dunia edisi ke-19 ini memang tidak ada tim Merah Putih berlaga, tapi insan sepakbola Indonesia mesti mulai memfokuskan diri untuk Piala Dunia. Karena tahun ini juga, atau tepatnya Desember 2010, FIFA akan mengumumkan siapa dari 10 negara yang ambil bagian, yang akan menjadi tuan rumah 2022.

Bila Indonesia terpilih, maka otomatis Indonesia akan menjadi satu kontestannya di tahun 2022.
Meski peluang menjadi tuan rumah tipis, mengingat pesaing Indonesia adalah negara berpengalaman dalam menyelenggarakan sepakbola dunia seperti Inggris, Rusia, Portugal-Spanyol, Qatar, Australia, Belanda-Belgia, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Namun, peluang terbesar untuk wilayah Asia, setelah Jepang-Korsel terakhir kali menjadi tuan rumah di tahun 2002 bisa membuat posisi Indonesia terbuka.
Hanya saja, pesaing sesama Asia juga tidak mudah. Ada Jepang dan Korea Selatan, jelas mengedepankan sukses mereka menjadi tuan rumah tahun 2002. Selain itu Qatar dan Australia. Dua negara ini secara finansial tidak terlalu kesulitan membangun stadion baru.

Ini akan berbeda dengan Indonesia yang harus menambah jumlah stadion berstandar internasional dalam jumlah cukup banyak.
Pesaing-pesaing Indonesia menunjukkan keseriusan untuk bersaing menjadi tuan rumah piala dunia 2022. Keseriusan mereka terlihat dari hadirnya para bintang sepakbola mereka sebagai duta kampanye dan promosi dalam media expo yang digelar FIFA sesaat sebelum drawing Piala Dunia 2010 di Cape Town, Africa Selatan awal Desember 2009 lalu.

Misalnya, David Beckham dan Fabio Capello (Inggris), Luis Figo dan Fernando Hiero (portugal), Ruud Gullit dan Giovanni Van Bronchost (Belanda-Belgia).
Indonesia dan Qatar tak memiliki lokal hero yang mendunia. Namun Indonesia seharusnya bisa mencontoh Qatar yang mempercayakan Ronald de Boer sebagai duta bidding.

Sementara Australia justru mengandalkan bintang film Hollywood Nicole Kidman, kendati memiliki bintang sepakbola ternama seperti Harry Kewell dan Mark Viduka. Dua nama yang potensial bisa dijadikan duta bidding Indonesia adalah Roger Milla asal Kamerun dan Mario Kempes dari Argentina.

Keduanya adalah bintang dunia yang pernah bermain di Liga Indonesia.
Apa pun, satu langkah positif telah dilakukan Indonesia dengan mengikuti media expo ini karena telah melalui prosedur standar calon tuan rumah piala dunia.
Keseriusan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 jelas membuat perhatian pengunjung Bidding Contry FIFA Media Expo. Mengusung visi green world cup, stand Indonesia banyak disinggahi jurnalis sepakbola dunia, bahkan bintang sepakbola seperti David Beckham.
Optimis. Sikap itu yang terus diusung PSSI, induk organisasi sepakbola Indonesia. Dalam banyak kesempatan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengatakan bahwa menjadi tuan rumah Piala Dunia bukanlah mimpi.
“Lihat Afrika Selatan, ekonomi mereka tidak jauh berbeda dengan Indonesia, tetapi mereka bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010,” ujar Nurdin dalam sebuah kesempatan.
Optimis Nurdin makin tinggi karena saat pemutaran video presentasi peserta bidding di Afrika Selatan, video presentasi Indonesia mendapat aplaus yang cukup meriah.
“Indonesia memberikan warna tersendiri dalam pemaparannya. Saya sangat menyukai presentasi anda. Ini membuat saya ingin melakukan wawancara husus dengan Komite Bidding Indonesia terkait proses bidding Piala Dunia 2022, “ ungkap Kumi Kinohara, wartawan Sport Page asal Jepang.
Bila perjuangan terus menebar optimisme di luar negeri, dukungan dari pemerintah sendiri justru belum muncul. Pada pertemuan terakhir 29 Desember 2009, antara PSSI yang diwakili Nurdin Halid (Ketua Umum), Nugraha Besoes (Sekjen), Dali Taher (Wakil Sekjen Bidang Hubungan Luar Negeri), dan tim bidding Indonesia, di kantor Menkokesra, Jakarta belum ada pernyataan dukungan resmi dari pemerintah.
“Pemerintah belum memberikan deklarasi dukungan pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2022. Ini masih akan dibahas lagi di internal kementerian. Khususnya di Menegpora,” kata Joko Driyono, juru bicara tim bidding Indonesia.
Pemerintah justru menilai pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2022 bagi Indonesia saat ini belum tepat. Pemerintah masih menganggap ini sebuah mimpi? Walahualam.(sn)

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Di Buabuazone Nusantara | Agama Islam Terbaru : Ekonomi Syariah, Segera : Tentang Agama Islam Lainnya | Bisnis Dan Internet Terbaru : Bisnis Minyak Nilam, Segera : Tutorial Bisnis Online Lainnya | Budaya Terbaru : Budaya Jawa, Segera : Budaya Papua | Ekonomi Dan Politik Terbaru : Penjelasan Tentang Inflasi, Deflasi, Dan Bank, Segera : Perkembangan Perekonomian Indonesia | Militer Terbaru : Tentara Nasional Indonesia, Segera : Armada Perang Tentara Nasional Indonesia | Musik Terbaru : Lagu-Lagu Anti Komersil Dan Lagu-Lagu Rock Festival Indonesia, Segera : Penyanyi-Penyanyi Legenda Indonesia | Olahraga Terbaru : Liputan Seputar Piala Dunia 2010, Segera : Berita Terbaru Dan Hasil Pertandingan Terbaru Piala Dunia 2010 | Pendidikan Dan Pengetahuan Terbaru : Tarsius, Primata Terkecil Di Dunia, Segera : Informasi Tentang Ilmu Pengetahuan Lainnya | Sastra Terbaru : Kisah Si Malin Kundang, Segera : Cerita-Cerita Rakyat Lainnya | Wisata Terbaru : 10 Monumen Yang Paling Menakjubkan Di Dunia , Segera : Kota-Kota Tujuan Wisata Indonesia | Selamat Membaca Dan Tataplah Dunia Bersama Buabuazone Nusantara...^_^
 
© Copyright by Buabuazone Nusantara  |  Template by http://blogtemplate4u.com/