Senin, 29 Maret 2010

Analisis Rasio Nilai Untuk Mengukur Kinerja Keuangan PT Kedawung Setia Industrial Tbk

PROPOSAL SKRIPSI

ANALISIS RASIO NILAI PASAR UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PT. KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL, Tbk PERIODE 2004-2008

Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Dalam Memperoleh

Gelar Sarjana Ekonomi

OLEH :

ADITYA RIEZKAN WAHDINE

NIM : C1B106072

PROGRAM STUDI : MANAJEMEN




FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

BANJARMASIN

TAHUN 2010

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dunia usaha sudah semakin berkembang saat ini. Kemunculan berbagai perusahaan baik kecil maupun besar sudah merupakan fenomena yang biasa. Fenomena ini mengakibatkan tingkat persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Persaingan bagi perusahaan dapat berpengaruh positif yaitu dorongan untuk selalu meningkatkan mutu produk yang dihasilkan, akan tetapi persaingan juga menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan, yaitu produk mereka akan tergusur dari pasar apabila perusahaan gagal meningkatkan mutu dan kualitas produk-produk yang dihasilkan. Selain itu penguasaan teknologi dan kemampuan komunikasi juga sangat dibutuhkan untuk terus dapat bertahan dalam dunia bisnis saat ini maupun di masa depan. Dengan semakin ketatnya persaingan di era globalisasi ini, Perusahaan dituntut untuk dapat bertahan untuk menghadapi semakin ketatnya persaingan. Untuk mengantisipasi persaingan tersebut, harus dapat meningkatkan kinerja perusahaan demi kelangsungan usahanya.

Investor sebagai pihak eksternal perusahaan perlu mengetahui bagaimana kinerja suatu perusahaan dalam mengelola modal saham, agar dapat mengambil keputusan yang tepat untuk menanamkan modalnya sebagai sarana berinvestasi pada saham suatu perusahaan. Pasar modal atau yang dikenal dengan Bursa Efek Indonesia adalah satu tempat investasi dalam bentuk saham pada suatu perusahaan.

Investasi dapat dilakukan pada perusahaan yang terdapat di Bursa efek Indonesia. Industri perlatan rumah tangga merupakan salah satu industri yang dapat dijadikan investor untuk berinvestasi. Potensi Indonesia dalam perkembangan bisnis industri peralatan rumah tangga masih besar. Industri peralatan rumah tangga Indonesia berkembang cepat dan akan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan sebesar 4-5 persen akan ditopang perrmintaan domestik terutama konsumsi rumah tangga. Dengan demikian diyakini industri alat rumah tangga tetap akan tumbuh. Jumlah penduduk yang mencapai 200 juta jiwa, dengan lebih dari 50 juta keluarga di Indonesia tetap menjadi pasar potensial industri ini.. Sehingga penjualan diperkirakan akan tetap tumbuh positif, (www.pefindo.com). Pemilihan industri peralatan rumah tangga didasarkan bahwa industri ini dapat mengalami perkembangan yang baik dari waktu ke waktu seiring dengan membaiknya keadaan ekonomi Indonesia, meskipun produk peralatan rumah tangga buatan Cina membanjiri pasaran pada saat ini. Sejalan dengan itu maka industri perlatan rumah tangga dapat menjadi salah satu alternatif sarana investasi yang menarik bagi calon investor untuk menanamkan modal di bidang ini.

Perusahaan peralatan rumah tangga sebagai perusahaan yang go public dan terdaftar di BEI tentunya ingin menunjukan kinerja yang baik dihadapan publik, terutama para investor dan kreditur. Hal tersebut bisa tercapai apabila perusahaan dapat memberikan prestasi terbaiknya dengan memberikan kinerja keuangan yang sehat.

PT. Kedawung Setia Industrial Tbk yang didirikan pada tahun 1973 merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi alat-alat rumah tangga yang meliputi Industri barang-barang logam berlapis email, alumunium, dan barang-barang plastik dan kerajinan tangan terutama alat-alat dapur serta alat-alat rumah tangga yang dioperasikan secara elektronik serta anak perusahaan (PT. Kedawung Setia Corrugated Carton Box Industrial) yang memproduksi kotak karton bergelombang. PT. Kedawung Setia Industrial Tbk merupakan salah satu pemain besar perusahaan Indonesia yang memproduksi alat-alat rumah tangga yang masih bertahan diantara produk-produk buatan China yang membanjiri pasaran.

PT. Kedawung Setia Industrial Tbk sebagai salah satu pemain besar produsen industri alat rumah tangga enamel di Indonesia, sudah tentu mempunyai laporan keuangan, laporan keuangan merupakan salah satu informasi untuk menganalisa keadaan perusahaan di masa akan datang, laporan keuangan diharapkan dapat memberi informasi tentang keadaan perusahaan dari hasil-hasil usaha yang telah dicapai secara kuantitatif pada semua pihak yang berkepentingan dengan perusahaan itu. Informasi akan menjadi komoditi yang sangat penting saat ini, sebab setiap pengambilan keputusan harus didasari pada informasi yang akurat. Berikut disajikan data tingkat laba perusahaan PT Kedawung Setia Industrial Tbk berdasarkan laporan keuangan periode 31 Desember 2004 sampai dengnan 31 Desember 2008, ditunjukan pada tabel sebagai berikut :

Tabel 1

Pertumbuhan Laba Bersih PT Kedawung Setia Industrial Tbk

Tahun 2004 sampai dengan tahun 2008

Tahun

Laba/Rugi Bersih

Pertumbuhan

(dalam juta rupiah)

(%)

2004

-22.697

-

2005

-7.397

67,41%

2006

7.351

199,38%

2007

14.500

97,25%

2008

5.716

-60,58%

Dilihat dari data perusahaan PT. Kedawung Setia Industrial Tbk bahwa laba bersih dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Walaupun pada tahun 2004 dan 2005 perusahaan mengalami kerugian, dan pada tahun 2008 perusahaan mengalami penurunan laba bersih dari Rp. 14,5 milyar pada tahun 2007 menjadi Rp. 5,7 milyar pada tahun 2008. Hal ini yang menjadi alasan peneliti tertarik untuk meneliti PT. Kedawung Setia Industrial Tbk karena latar belakang perusahaan sebagai salah satu produsen peralatan masak enamel terbesar di Indonesia dan merupakan salah satu perusahaan industri alat rumah tangga yang go public.

Para investor umumnya menanamkan modalnya pada perusahaan yang memiliki kinerja yang baik dan mempunyai kemampuan membayar dividen dan memperoleh laba di masa lalu yang akan datang. Informasi tersebut dapat diketahui dengan mengjitung rasio keuangan dan juga mengamati perkembangan harga saham perusahaan tersebut.

Sebelum melakukan investasi, investor terlebih dahulu akan melihat bagaimana kinerja keuangan perusahaan dengan melihat dan menghitung laporan keuangan dari perusahaan tersebut. Laporan keuangan merupakan informasi akuntansi yang menggambarkan seberapa besar kekayaan perusahaan, seberapa besar yang diperoleh perusahaan serta transaksi ekonomi yang bisa mempengaruhi kekayaan dan penghasilan perusahaan. Salah satu cara yang digunakan calon investor dalam menilai kinerja perusahaan saat hendak melakukan investasi adalah dengan melihat pertumbuhan tingkat laba perusahaan yang bersangkutan. Dari pertumbuhan tingkat laba tersebut , calon investor dapat memastikan apakah dia akan melakukan investasi atau tidak pada perusahaan yang bersangkutan.

Cara umum biasanya digunakan untuk menilai dan mengukur kinerja perusahaan hádala analsis rasio keuangan. Rasio keuangan disini terdiri dari rasio liquiditas, rasio aktivitas, rasio leverage, dan rasio probabilitas. Namur rasio-rasio tersebut tidak satupun yang memperhatikan kepentingan dan harapan dari penyandang dana (investor).

Salah satu model rasio keuangan lain yang dapat dianalisis hádala rasio pasar. Rasio ini merupakan perhitungan yang tepat bagi investor karena rasio ini sering digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan, terutama dalam pengelolaan modal saham dan tingkat pencapaian keuntungan bagi investor. Rasio pasar ini meliputi rasio pendapatan per lembar saham, rasio harga laba, rasio nilai pasar per buku, rasio pendapatan deviden, dan rasio pembayaran deviden.

Mengingat pentingnya analisa rasio tersebut bagi investor dan perusahaan yang telah diuraikan diatas, maka peneliti tertarik untuk meneliti kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis rasio nilai pasar.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana kinerja keuangan PT. Kedawung Setia Industrial Tbk selama tahun 2004-2008 berdasarkan analisis analisis rasio nilai pasar?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan PT. Kedawung Setia Industrial Tbk selama tahun 2004-2008 berdasarkan analisis rasio pasar.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Bagi Perusahaan

Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi kepada pihak manajemen mengenai kinerja keuangan PT Kedawung Setia Industrial Tbk berdasarkan analsisis rasio pasar sebagai bahan pertimbangan dalam mengelola modal saham yang ditanamkan investor pada perusahaan.

2. Bagi Calon Investor dan Investor

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi investor dan calon investor sebelum melakukan keputusan investasi saham serta untuk menunjang evaluasi terhadap kinerja perusahaan tempat investor menanamkan investasi.

3. Bagi Peneliti

Diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan dalam melakukan penelitian di bidang manajemen keuangan khususnya yang berkaitan dengan analisis rasio pasar.

4. Bagi Peneliti Lain

Penelitian ini dapat dijadikan perbandingan dan tambahan referensi yang dapat digunakan sebagai bahan acan bagi peneltian selanjutnya dengan penelitian yang sama.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan sebagai alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan adanya keinginan pihak-pihak tertentu yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut. Laporan keuangan akan lebih berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan apabila dianalisa lebih lanjut, sehingga diperoleh informasi yang dapat mendukung kebijakan yang akan diambil.

Munawir (2007 : 5) dalam Analisa laporan Keuangan yang dikutip dari Myer dalam bukunya Financial Statement Analysis mengatakan bahwa laporan keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah daftar neraca atau daftar posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar laba rugi. Pada waktu akhir-akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan-perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tak dibagikan (laba yang ditahan).

Ada beberapa definisi laporan keuangan yang dikemukakan oleh para ahli, yaitu:

1. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) (2004 : 2) dalam Standar Akuntansi Keuangan menyebutkan bahwa laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan, yang meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

2. Harahap (2007 : 105) laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah neraca atau laporan laba/rugi, atau hasil usaha, laporan arus kas, laporan perubahan posisi keuangan.

3. Mamduh (2003 : 12) laporan keuangan pada dasarnya ingin melaporkan kegiatan-kegiatan pendanaan, dan kegiatan operasional sekaligus sebagai evaluasi keberhasilan strategi perusahaan untuk mencapai tujuan.

4. Munawir (2007:2), laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas perusahaan dengan pihak yang berkepentingan terhadap data ayau aktivitas perusahaan.

Analisa atas laporan keuangan pada hakekatnya adalah untuk mengadakan penilaian atas keadaan keuangan atau posisi keuangan perusahaan pada suatu saat dan perubahan posisi keuangan atau kemajuan-kemajuan suatu perusahaan melalui laporan keuangan yang bersangkutan.

Jadi laporan keuangan adalah hasil proses akuntansi berupa neraca, laporan laba rugi, dan laporan lain yang dapat memberi informasi yang akurat tentang keadaan perusahaan dan hasil yang telah dicapai secara kuantitatif pada semua yang berkepentingan dalam perusahaan.

2.1.2 Tujuan Laporan Keuangan

Standar Akuntansi Keuangan (2004:4), tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1. Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

2. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

2.1.3 Bentuk Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari maksud dan tujuan pembuatan laporan keuangan tersebut. Masing-masing laporan keuangan memiliki arti sendiri dalam melihat kondisi keuangan perusahaan, baik secara bagian, maupun secara keseluruhan.

Dwi Prastowo, Rifka Juliaty (2002 : 16) ada dua bentuk laporan keuangan (utama) yang umumnya dibuat oleh perusahaan, yaitu :

1. Neraca

Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu (Munawir, 2007:13). Aktiva tidak terbatas pada kekayaan perusahaan yang berwujud saja, tetapi juga termasuk pengeluaran-pengeluaran yang belum dialokasikan pada penghasilan yang akan datang, serta aktiva tidak berwujud lainnya misalnya goodwill, hak paten, dan sebagainya.

Hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor.

Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukan dalam pos modal (modal saham), surplus, dan laba yang ditahan.

2. Laporan Laba/Rugi

Laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi-laba yang diperoleh oleh suatu peroleh oleh suatu perusahan selama periode tertentu (Munawir, 2007:26).

3. Laporan Perubahan Modal

Antara neraca dan laporan laba rugi sering dihubungkan dengan satu laporan yang disebut laporan perubahan modal (laba ditahan), yang memberikan informasi mengenai perubahan modal (laba ditahan) selama periode tertentu (Dwi Prastowo, 2005:17).

4. Laporan Arus Kas

Menurut Dwi Prastowo (2005:33), laporan arus kas melaporkan penerimaan kas, pengeluaran kas, dan perubahan bersih kas, baik yang berasal dari aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan. Laporan arus kas disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi histories mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan, dengan menklasifikasikan arus berdasarkan aktifitas operasi, investasi, dan pendanaan selama perriode akuntansi tertentu.

2.1.4 Pemakai Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan komoditi yang bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, karena dapat memberikan informasi yang dibutuhkan para pemakainya dalam dunia bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan. Dengan membaca laporan keuangan dengan tepat, seseorang dapat melakukan tindakan ekonomi menyangkut lembaga perusahaan yang dilaporkan dan diharapkan akan menghasilkan keuntungan baginya.

Harahap (2007 : 120 – 124) para pemakai laporan keuangan beserta kegunaannya dapat dilihat sebagai berikut :

1. Pemegang Saham

Pemegang saham ingin mengetahui kondisi keuangan perusahaan, aset, utang, modal, hasil, biaya, dan laba. Pemegang saham ingin melihat prestasi perusahaan dalam pengelolaan manajemen yang diberikan amanah, ingin mengetahui jumlah deviden yang diterima, jumlah pendapatan per saham, jumlah laba yang ditahan, dan ingin mengetahui perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu, perbandingan dengan usaha sejenis, dan perusahaan lainnya.

2. Investor

Investor ingin melihat kemungkinan potensi keuntungan yang akan diperoleh dari perusahaan yang dilaporkan.

3. Analis Pasar Modal

Analis pasar modal ingin mengetahui nilai perusahaan, kekuatan dan posisi keuangan perusahaan.

4. Manajer

Manajer ingin mengetahui situasi ekonomis perusahaan yang dipimpinnya. Seorang manajer selalu dihadapkan kepada seribu satu masalah yang memerlukan keputusan cepat dan setiap saat. Untuk sampai pada keputusan yang tepat, ia harus mengetahui selengkap-lengkapnya kondisi keuangan perusahaan baik posisi semua pos neraca, laba/rugi, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, break even, laba kotor, dan sebagainya.

5. Karyawan dan Serikat Pekerja

Karyawan perlu mengetahui kondisi keuangan perusahaan untuk menetapkan apakah ia masih terus bekerja atau pindah dan untuk bisa menilai apakah penghasilan yang diterimanya adil atau tidak.

6. Instansi Pajak

Instansi pajak dapat menggunakan laporan keuangan sebagai dasar untuk menentukan kebenaran perhitungan pajak, pembayaran pajak, pemotongan pajak, restitusi, dan juga dasar untuk penindakan.

7. Pemberi Dana (Kreditur)

Sama dengan pemegang saham, investor, lender seperti bank, investment fund, perusahaan leasing, juga ingin mengetahui informasi tentang situasi dan kondisi perusahaan baik yang sudah diberi pinjaman maupun yang akan diberi pinjaman .

8. Supplier

Laporan keuangan bisa menjadi informasi untuk mengetahui apakah perusahaan layak untuk diberikan fasilitas kredit, seberapa lama akan diberikan, dan sejauh mana potensi resiko yang dimiliki perusahaan.

9. Pemerintah atau Lembaga Pengatur Resmi

Pemerintah ingin mengetahui apakah perusahaan telah mengikuti peraturan yang telah ditetapkan.

10. Langganan atau Lembaga Konsumen

Dengan konsep ekonomi pasar dan ekonomi persaingan, konsumen sangat diuntungkan. Konsumen berhak mendapat layanan memuaskan dengan harga equilibrium, dalam kondisi ini konsumen terlindungi dari kemungkinan praktik yang merugikan baik dari segi kualitas, kuantitas, harga dan lain sebagainya.

11. Lembaga Swadaya Masyarakat

Lembaga Swadaya Masyarakat membutuhkan laporan keuangan untuk menilai sejauhmana perusahaan merugikan pihak tertentu yang dilindunginya.

12. Peneliti/Akademisi/Lembaga Peringkat

Bagi peneliti maupun akademisi laporan keuangan sangat penting, sebagai data primer dalam melakukan penelitian terhadap topik tertentu yang berkaitan dengan laporan keuangan atau perusahaan.

2.1.5 Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan merupakan suatu proses analisis terhadap laporan keuangan, dengan tujuan untuk memberikan tambahan informasi kepada para pemakai laporan keuangan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sehingga kualitas keputusan yang diambil akan menjadi lebih baik (Dwi Prastowo, Rifka Juliaty, 2002 : 24).

Munawir (2007 : 36) ada dua metode analisis yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan keuangan, yaitu analisis horizontal dan analisis vertikal. Analisis horizontal adalah analisis dengan mengadakan pembandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya. Metode horizontal ini disebut pula sebagai metode analisis dinamis. Analisis vertikal yaitu apabila laporan keuangan yang dianalisis hanya meliputi satu atau satu saat saja, yaitu dengan memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja. Analisis vertikal ini disebut juga sebagai metode analisis yang statis karena kesimpulan yang dapat diperoleh hanya untuk periode itu saja tanpa mengetahui perkembangannya.

Bernstein (1983) dalam Harahap (2007 : 18) analisis laporan keuangan dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :

1. Screening

Analisis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi perusahaan dari laporan keuangan tanpa pergi langsung ke lapangan.

2. Understanding

Memahami perusahaan, kondisi keuangan, dan hasil usahanya.

3. Forecasting

Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di masa yang akan datang.

4. Diagnosis

Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi baik dalam manajemen, operasi, keuangan atau masalah lain dalam perusahaan.

5. Evaluation

Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen dalam mengelola perusahaan.

2.1.6 Teknik Analisis Laporan Keuangan

Harahap (2007 : 209) kegiatan yang selalu lazim dilakukan dalam analisis laporan keuangan dari berbagai teknik yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Menghitung rasio, indeks, perbedaan, kenaikan, penurunan, atau persentase.

2. Membandingkan laporan keuangan baik dengan menggambarkannya, membuat indeks, membuat angka asli. Angka ini dibandingkan dengan : periode sebelumnya, perusahaan sejenis, industrial norm (rasio rata-rata industri).

3. Menilai angka-angka : kenaikan, perbedaan dengan lainnya, penurunan atau rasio lainnya.

4. Menganalisis hubungan satu sama lain atau mencari kemungkinan penyebab persoalan yang menyebabkan perbedaan penurunan/kenaikan.

5. Menghubungkan antara satu data dengan data lain baik antara data kuantitatif dengan data kualitatif misalnya antara kenaikan penjualan dengan kenaikan biaya. Antara data kuantitatif dengan data kualitatif misalnya antara angka penjualan dengan kondisi ekonomi nasional.

6. Menggunakan model atau rumus-rumus tertentu dengan menggunakan metode interpelasi, mengujinya sekaligus melihat hasilnya dan membandingkannya dengan kenyataan yang terjadi.

2.1.7 Keunggulan dan Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan

Harahap (2007 : 298 - 299) analisis rasio ini memiliki keunggulan dibanding teknik analisis lainnya. Keunggulan tersebut adalah :

1. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.

2. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.

3. Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain.

4. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi (Z-score).

5. Menstandarisir size perusahaan.

6. Lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik atau ”time series”.

7. Lebih mudah melihat tren perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan datang.

Di samping keunggulan yang dimiliki analisis rasio, teknik ini juga memiliki beberapa keterbatasan, yaitu :

1. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakainya.

2. Keterbatasan yang dimiliki akuntansi atau laporan keuangan juga menjadi keterbatasan teknik seperti :

a. Bahan perhitungan rasio atau laporan keuangan itu banyak mengandung taksiran dan judgement yang dapat dinilai bias atau subjektif.

b. Nilai yang terkandung dalam laporan keuangan dan rasio adalah nilai perolehan (cost) bukan harga pasar.

c. Klasifikasi dalam laporan keuangan bisa berdampak pada angka rasio

d. Metode pencatatan yang tergambar pada dalam standar akuntansi bisa diterapkan berbeda oleh perusahaan yang berbeda.

3. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia, akan menimbulkan kesulitan menghitung rasio.

4. Sulit jika data yang tersedia tidak sinkron.

5. Dua perusahaan dibandingkan bisa saja teknik dan standar akuntansi yang dipakai tidak sama. Oleh karenanya jika dilakukan perbandingan bisa menimbulkan kesalahan.

2.1.6 Rasio Pasar

Pada umumnya rasio keungan terdiri dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverage, dan rasio profitabilitas, dan rasio profitibilitas. Namun rasio keuangan yang akan digunakan untuk mengetahui perkembangan kinerja keuangan PT Kedawung Setia Industrial Tbk ini adalah rasio pasar.

Rasio ini merupakan indicator untuk mengukur mahal murahnya suatu saham, ukuran prestasi perusahaan yang dipaling lengkap bagi para pemegang saham, serta dapat membantu investor dalam mencari saham yang memiliki potensi keuntungan dividen yang bessar sebelum melakukan penaman modal berupa saham. Namun rasio pasar tidak mempunyai ukuran yang menunjukan tingkat efesiensi rasio serta tidak dapat mencerminkan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan jika dilihat berdasarkan harga saham maupun jika dipergunakan oleh pihak manajemen perusahaan.

Rasio pasar merupakan sekumpulan rasio yang nghubungkan harga saham dengan laba dan nilai buku per saham. Rasio ini memberikan petunjuk mengenai apa yang dipikirkan invenstor atas kinerja perusahaan di masa lalu serta prospek di masa mendatang (Moeljadi, 2006:75).

Rasio ini memberikan informasi seberapa besar masyarakat (investor) atau para pemegang saham menghargai perusahaan, sehingga mereka mau membeli saham perusahaan dengan harga yang lebih tinggi disbanding dengan nilai buku saham (Sutrisno, 2003:256).

Menurut Hanafi (2004:43). Rasio pasar mengukur harga pasar saham perusahaan, relative terhadap nilai bukunya. Sudut pandang rasio ini lebih banyak berdasar pada sudut pandang investor ataupun calon investor, meskipun pihak manajemen, juga berkepentingan rasio ini. Rasio modal saham atau rasio pasar terdiri dari:

1. Rasio Pendapatan Per Lembar Saham (Earning Per Share)

Menurut Alwi (2003:77), Earning Per Share (EPS) biasanya menjadi perhatian pemegang saham pada umumnya atau calon pemegang saham dan manajmeen. EPS menunjukan jumlah uang yang dihasilkan (return) dari seti lembar saham. Semakin besar nilai EPS semakin besar keuntungan yang diterima pemegang saham.

Seorang investor membeli dan mempertahankan saham suatu perusahaan dengan harapan akan memperoleh deviden atau capital gain. Laba biasanya menjadi dasar penentuan pembayaran deviden dan kenaikan harga saham di masa mendatang. Oleh karena itu, para pemegang saham biasanya tertarik dengan angka EPS yang dilaporkan perusahaan. EPS hanya dihitung untuk saham biasa (Prastowo, 2005:93).

EPS =

Laba Bersih - deviden saham istemewa

Rata-rata tertimbang jumlah lembar saham biasa yang beredar

2. Rasio Harga Laba (Price Earning Ratio)

Menurut Moeljadi (2006:75), Price Earning Ratio (PER) menunjukan berapa banyak investor bersedia membayar untuk tiap rupiah dari laba yang dilaporkan.

Oleh para investor rasio ini digunakan untuk memprediksi kemampuan perusahaan dalam menghasilakn laba di masa yang akan dating. Kesedian para investor untuk menerima kenaikan PER sangat bergantung pada prospek perusahaan. Perusahaan dengan peluang tingkatpertumbuhan yang tingi, biasanya memiliki PER yang tinggi. Sebaliknya perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang rendah cenderung memiliki PER yang rendah pula (Prastowo 2005:96)

PER =

Harga pasar per lembar saham

X

1 Kali

Pendapatan per lembar saham

3. Rasio Pasar Per Buku (Market To Book Value Ratio

Rasio ini menunjukan berapa besar nilai perusahaan dari apa yang telah atau sedang ditanamkan oleh pemilik perusahaan, semakin tinggi rasio ini, semakin besar tambahan wealth (kekayaan) yang dinikmati oleh pemilik perusahaan (Husnan, 2006:76)

Menurut prastowo (2005:99),jika harga pasar berada di bawah nilai bukunya, investor memandang bahwa perusahaan tidak cukup potensial. Bila seorang investor pesimistik atau prospek suatu saham, banyak saham dijual pada harga di bawah nilai bukunya. Sebaliknya jika investor optimistic maka saham dijual dengan harga di atas nilai bukunya.

MBV =

Harga pasar per saham

X

1 Kali

Nilai buku per saham

Book value per share (nilai buku per saham) dihitung dengan membagi ekuitas saham biasa dengan jumlah saham yang berdedar (Moeljadi, 2006:75)

4. Rasio Pendapatan Deviden (Dividend Yield Ratio)

Dividen yield merupakan sebagian dari total return yang akan diperoleh investor. Biasanya perusahaan yang mempunyai prospek pertumbuhan yang tinggi akan mempunyai dividend yield yang rendah, karena dividen sebagian besar akan diinvestasikan kembali. Kemudian karena perusahaan dengan prospek yang tinggi akan mempunyai harga pasar saham yang tinggi, yang berarti pembaginya tinggi, maka dividend yield untuk perusahaan macam ini akan cenderung lebih rendah (Hanafi, 2004:43)

DY =

Dividen per lembar saham

X

100%

Harga per lembar saham

5. Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio)

Rasio ini melihat bagian pendapatan yang dibayarkan sebagai dividen kepada investor. Bagian lain yang tidak dibagikan akan diinvestasikan kembali ke perusahaan (Hanafi, 2004:44)

Perusahaan yang mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi akan mempunyai rasio pembayaran dividen yang rendah. Sebaliknya perusahaan yang tingkat pertumbuhannya rendah akan mempunyai raio yang tinggi. Pembayaran dividen juga merupakan kebijakan dividen perusahaan. Menurut Alwi (2003:78), semakin besar rasio ini maka semakin lambat atau kecil pertumbuhan pendapatan perusahaan.

DPR =

Dividen per lembar saham

X

100%

Pendapatan per lembar saham

2.1.11 Kinerja Keuangan

Menurut Menteri Keuangan RI berdasarkan keputusan NO.740/kmk/00/1989 tanggal 28 Juni 1989 bahwa yang dimaksud kinerja keuangan adalah prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan dari perusahaan tersebut.

Kinerja keuangan merupakan prestasi yang dicapai oleh perusahaan pada saat tertentu dengan menggunakan perhitungan berdasarkan tolak ukur analisis rasio yang didasarkan pada laporan keuangan. Pengukuran kinerja sangat penting dilakukan dengan tujuannya untuk menilai efektivitas dan efesiensi perusahaan.

Kinerja keuangan merupakan hasil nyata yang dicapai suatu badan usaha dalam suatu periode tertentu yang dapat mencerminkan tingkat kesehatan keuangan badan usaha tertentu dan dipergunakan untuk menunjukkan dicapainya hasil yang positif.

Pihak-pihak yang berkepentingan dalam evaluasi kinerja keuangan perusahaan adalah pemilik perusahaan tentunya, dalam hal ini alah invesror, para manajer, kreditor, pemerintah dan masyarakat. Mereka inilah yang akan menilai perusahaan dengan ukuran-ukuran tertentu sesuai dengan tujuannya.

Menurut Warsono, (2003:30), untuk menentukan sehat tidaknya posisi keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu dengan rata-rata industrinya pada periode yang bersangkutan disebut metode lintas seksi atau industri (cross section). Secara sistematis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Untuk rasio pasar adalah :

Untuk rasio leverage :

Rkit ≥ Rkidt ..................Kategori Sehat

Keterangan :

Rkit = rasio keuangan perusahaan I pada periode t

Rkidt = rasio keuangan rata-rata indistri pada periode t

Yang digunakan dalam penelititan ini adalah metode rasio rata-rata keuangan aritmetika industri, dapat dihitung dengan formula sebagai berrikut : (Warsono, 2003:31)



1 = I


Keterangan :

AM = rasio rata-rata aritmetika industri

Rk = rasio keuangan perusahaan ke – i

i = perusahaan ke 1, 2, 3,……J

J = jumlah total perusahaan yang tercatat dalam sektor/industri yang diukur

2.2 Penelitian Sebelumnya

1. Judul : Analisis Rasio Pasar Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT Kimia Farma Tbk. Tahun 2003-2006.

Nama : Eka Charlinie (2009)

Penelitian ini dilakukan dengan studi kasus pada PT. Kimia Farma. Variabel dalam penelitian ini adalah rasio pasar .

Berdasarkan perhitungan rasio pasar PT Kimia Farma Tbk dengan rasio rata-rata industri farmasi tahun 2003 hingga 2006 diketahui bahwa EPS PT Kimia Farma Tbk berturut-turut dari tahun 2003 hingga 2006 berada dalam kondisi tidak sehat, PER secara berturut-turut dari tahun 2003 hingga 2006 berada dalam kondisi sehat, MBV dari tahun 2003 hingga 2006 berada dalam kondisi tidak sehat, DY secara berturut-turut dari tahun 2003 hingga 2006 berada dalam kondisi tidak sehat, DPR tahun 2003 dan tahun 2006 dalam kondisi sehat sedangkan tahun 2004 dan 2005 berada dalam kondisi tidak sehat.

2. Judul : Analisa Rasio Nilai Pasar Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT Astra Internasional Tbk. (Periode 2004-2007)

Nama : Maria Agustina (2009)

Penelitian ini dilakukan dengan studi kasus pada Perusahaan otomotif yaitu PT Astra Internasional Tbk pada periode 2004-2007. Variabel dalam penelitian ini adalah rasio keuangan pasar.

Penelitian ini mengemukakan hasilnya yaitu dari hasil analisis rasio pendapatan per lembar saham (EPS) berdasarkan laporan selama empat tahun, adalah kinerja keuangan perusahaan belum menunjukan nilai yang baik. Dari hasil analisis rasio harga laba (PER) berdasarkan laporan keuangan selama empat tahun mengalami kenaikan dan penurunan. Dari hasil analisis rasio pasar per buku (MBV) berdasarkan laporan keuangan selama empat tahun juga mengalami kinerja yang baik. Dari hasil perhitungan pendapatan deviden (DY) selama tahun 2004-2007 bahwa kinerja keuangan perusahaan dapat dikatakan masih belum stabil. Dari perhitungan rasio pembayaran deviden (DPR) selama empat tahun menunjukan kinerja keuangan perusahaan belum cukup baik.

3. Judul : Analisa Rasio Nilai Pasar Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Farmasi Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia (Periode 2005-2007)

Nama : Muhammad Fachrianoor Gazali (2009)

Penelitian ini dilakukan dengan studi kasus pada perusahaan farmasi yang go public di Bursa Efek Indonesia pada periode 2004-2007. Variabel dalam penelitian ini adalah rasio keuangan pasar. Yang mana penelitian ini membandingkan perusahaan farmasi mana yang memiliki kinerja keuangan paling baik dari segi rasio nilai pasar pada perusahaan farmasi yang go public di Bursa Efek Indonesia.

Dari penelitian di atas terdapat persamaan dari penelitian yang dilakukan penulis, yaitu sama-sama melakukan analisis rasio nilai pasar yang dilakukan oleh perusahaan, untuk menjadikan bahan pertimbangan investor untuk menanamkan modalnya. Sedangkan perbedaannya terdapat pada objek dan tahun penelitian yang diteliti.

2.3 Kerangka Pikir

Kerangka pikiran dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

KERANGKA PIKIR











Rasio Rata-Rata Industri Perusahaan Alat Rumah Tangga



Pembanding

..............




BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang berrsifat kuantitatif karena penelitian ini berkaitan dengan objek penelitian yaitu pada perusahaan dengan kurun waktu tertentu dengan mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan perusahaan dan disesuaikan dengan tujuan penelitian.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data adalah teknik dokumentasi yaitu data dari laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi yang dikeluarkan oleh situs www.idx.co.id. Data yang dikumpulkan tersebut berupa laporan keuangan perusahaan untuk periode lima tahun terakhir yakni tahun 2004-2008.

3.3 Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, data yang penulis kumpulkan dalam bentuk angka-angka absolute dari laporan keuangan (Neraca/Laba Rugi) perusahan industri alat rumah tangga Kedawung Setia Industrial tahun 2004-2008.

3.4 Sumber Data

Data penelitian yang digunakan merupakan data sekunder. Data yang diperoleh secara tidak langsung dari pihak ketiga atau melalui dokumen (Sugiyono, 2004:129). Sumber data penelitian ini diperoleh dari internet melalui situs www.idx.co.id, berupa neraca dan laporan laba/rugi perusahan industri alat rumah tangga Kedawung Setia Industrial tahun 2004-2008.

3.5 Difinisi Operasional

Analisis rasio pasar adalah perhitungan rasio keuangan yang digunakan para investor untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan yang menjual saham ke umum, dimana rasio tersebut menghubungkan harga saham dengan laba dan nilai per buku per saham.

Variabel –variabel rasio pasar yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi :

  1. Earning per Share atau Harga per Lembar Saham yaitu mengukur pendapatan per lembar saham biasa.
  2. Price Earning Ratio atau Rasio Harga Laba yaitu mengukur berapa tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan oleh pemodal atau dengan kata lain, berapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap rupiah laba yang dilaporkan. Selain itu, rasio ini juga menunjuakan tingkat risiko saham tersebut.
  3. Market to Book Ratio atau Rasio Nilai Pasar per Buku yaitu berapa banyak investor yang berrsedia membayar untuk setiap rupiah modal sendiri yang dilaporkan.
  4. Dividend Yield Ratio atau Rasio Pendapatan Dividen yaitu mengukur berapa dividen yang diterima untuk setiap rupiahnya.
  5. Dividend Payout Ratio atau Rasio Pembayaran Dividen yaitu mengukur tingkat alokasi pendapatan per lembar saham biasa sebagai dividen.

3.5 Teknik Analisis Data

Penelitian kali ini menggunakan teknik analisis deskriptif, artinya data yang diperoleh di lapangan diolah sedemikian rupa sehingga memberikan data yang sistematis, faktual dan akurat mengenai permasalahan yang diteliti. Teknik analisis deskriptif yang digunakan untuk menganalisa data yaitu dengan cara :

1. Menghitung rasio pasar yang terdiri dari Earning per share, Price Earning ration, Market to Book Ratio, Dividend Yield Ratio, dan Dividend Payout Ratio.

Untuk menghitung rasio pasar, peneliti menggunakan :

1) EPS =

Laba Bersih - deviden saham istemewa

Rata-rata tertimbang jumlah lembar saham biasa yang beredar

2) PER =

Harga pasar per lembar saham

X

1 Kali

Pendapatan per lembar saham

3) MBV =

Harga pasar per saham

X

1 Kali

Nilai buku per saham

4) DY =

Dividen per lembar saham

X

100%

Harga per lembar saham

5) DPR =

Dividen per lembar saham

X

100%

Pendapatan per lembar saham

2. Membandingkan rasio pasar tersebut selama tahun pengamatan dengan rasio rata-rata industri perusahaan alat rumah tangga, dengan maksud untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan.

Rata-rata aritmetika dihitung dengan formula sebagai berikut :



1 = I


Keterangan :

AM = rasio rata-rata aritmetika industri

Rki = rasio keuangan perusahaan ke i

i = perusahaan ke 1, 2, 3,……J

J = jumlah total perusahaan yang tercatat dalam sektor/industri yang diukur

3. Menganalisis kinerja keuangan PT Kedawung Setia Industrial Tbk berdasarkan perbandingan rasio pasar dengan rasio rata-rata industri perusahaan alat rumah tangga yang telah dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Eka Charlinie. 2009. Analisis Rasio Pasar Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT Kimia Farma Tbk. Skripsi.

Bringham, E.F. & Houston, J.F. 2001. Manajemen Keuangan. Edisi Kedelapan. Erlangga. Jakarta

Harahap, Sofyan S. 2007. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. Edisi Kesatu. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Horne, J.C.V. & Wachowicz, J.M. 2005. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan. Edisi 12 (diterjemahkan oleh Fitriasari, D & Kwary, D.A ). Salemba Empat. Jakarta

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2004. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat.

Mamduh, M. Hanafi. 2003. Analisa Laporan Keuangan. UPP MPP YKPN. Yogyakarta.

Maria Agustina. 2009. Analisa Rasio Nilai Pasar Untuk Menilai Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT Astra Internasional Tbk. Skripsi.

Moeljadi. 2006. Manajemen Keuangan. Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif, Edisi Pertama. Bayu Media Publishing, Malang.

Muhammad Fachrianoor Gazali. 2009. Analisa Rasio Nilai Pasar Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Farmasi Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi.

Munawir, S. 2007. Analisa Laporan Keuangan. Edisi Keempat. Liberty. Yogyakarta.

Prastowo, Dwi, Rifka Juliaty. 2002. Analisis Laporan Keuangan-Konsep dan Aplikasi. Cetakan Kedua. AMP YKPN. Yogyakarta.

Sugiono, Arief. 2009. Manajemen Keuangan Untuk Praktisi Keuangan. Grasindo. Jakarta.

Sutrisno. 2003. Manajemen Keuangan. Teori konsep dan aplikasi, edisi pertama EKONISIA. Yogyakarta.

Warsono. 2003. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jilid 1. Bayu Media Publishing. Malang.

www.idx.co.id

www.pefindo.com


Download Contoh Proposal Skripsi Manajemen Keuangan


Contoh Proposal Skripsi Manajemen Keuangan Lainnya

Tidak ada komentar:

Selamat Datang Di Buabuazone Nusantara | Agama Islam Terbaru : Ekonomi Syariah, Segera : Tentang Agama Islam Lainnya | Bisnis Dan Internet Terbaru : Bisnis Minyak Nilam, Segera : Tutorial Bisnis Online Lainnya | Budaya Terbaru : Budaya Jawa, Segera : Budaya Papua | Ekonomi Dan Politik Terbaru : Penjelasan Tentang Inflasi, Deflasi, Dan Bank, Segera : Perkembangan Perekonomian Indonesia | Militer Terbaru : Tentara Nasional Indonesia, Segera : Armada Perang Tentara Nasional Indonesia | Musik Terbaru : Lagu-Lagu Anti Komersil Dan Lagu-Lagu Rock Festival Indonesia, Segera : Penyanyi-Penyanyi Legenda Indonesia | Olahraga Terbaru : Liputan Seputar Piala Dunia 2010, Segera : Berita Terbaru Dan Hasil Pertandingan Terbaru Piala Dunia 2010 | Pendidikan Dan Pengetahuan Terbaru : Tarsius, Primata Terkecil Di Dunia, Segera : Informasi Tentang Ilmu Pengetahuan Lainnya | Sastra Terbaru : Kisah Si Malin Kundang, Segera : Cerita-Cerita Rakyat Lainnya | Wisata Terbaru : 10 Monumen Yang Paling Menakjubkan Di Dunia , Segera : Kota-Kota Tujuan Wisata Indonesia | Selamat Membaca Dan Tataplah Dunia Bersama Buabuazone Nusantara...^_^
 
© Copyright by Buabuazone Nusantara  |  Template by http://blogtemplate4u.com/